Struktur Pemrograman C++ | Pemrograman Dasar TKJ

Sturktur Program C++

Seperti pada umumnya, langkah pertama kita harus berkenalan dengan bahasa pemrograman c++. Silahkan buka program IDE dan ketikkan kode berikut:


#include <iostream>
int main()
{
    std::cout << "Welcome to C++";
    return 0; 
}

Pengertian Subneting dan Superneting

Subneting dan Superneting

Pengertian Subneting


Subnetting merupakan sebuah teknik memecah suatu network besar menjadi network yang lebih kecil dengan cara mengorbankan bit-bit Host ID pada subnet mask dan dijadikan Network ID baru.

Subnetting bisa dianalogikan seperti berikut :
Jika Kelas X jurusan Teknik Komputer dan Jaringan 200 siswa. Bayangkan jika siswa sejumlah itu dibuat satu kelas, proses belajar tidak mungkin efektif. Maka biasanya kelasnya dibagi-bagi perkelas, setiap kelas terdiri 40 siswa, sehingga akan menjadi 5 kelas. Di dalam konsep networking, pembagian tersebut diserbut dengan istilah Subnetting.

Contoh:
Alamat IP 192.168.10.0 dengan subnet mask default 255.255.255.0 merupakan kelas C yang yang berarti alamat IP tersebut tanpa subnetting, dan hanya memiliki satu alamat network yaitu IP 192.168.10.0 dengan 256 buah alamat IP Address yaitu 192.168.10.0 s/d 192.168.10.255. Terdiri 1 network ID yaitu 192.168.10.0.0, 254 Host ID yaitu 192.168.10.1 s/d 192.168.10.254, dan 1 broadcast ID yaitu 192.168.10.255

Kita akan mencoba membagi network yang sudah ada menjadi beberapa sub network dengan menggunakan teknik subnetting dengan cara mengganti beberapa bit Host ID (angka 0)  yang ada pada subnet mask dengan angka 1.

 Sebelum subnetting:
  •  IP addres : 192.168.10.0
  •  Subnet Mask dalam Biner : 11111111.11111111.11111111.00000000
  •  Subnet Mask dalam Desimal : 255.255.255.0

 Setelah dilakukan Subnetting di atas, maka akan menjadi:
  •  IP addres : 192.168.10.0
  •  Subnet Mask dalam Biner : 11111111.11111111.11111111.11000000
  •  Subnet Mask dalam Desimal : 255.255.255.192

Perhatikan bilangan biner yang di ganti, 2 bit angka 0 pada bagian Host ID diganti dengan 2 bit angka 1 dan menjadi  11 sehingga didapatkan subnet baru 255.255.255.192.
Dari proses subnetting tersebut, kita bisa mendapatkan :
  • Berapa jumlah subnet ?
  • Berapa jumlah host persubnet ?
  • Berapa jumlah rentang Ip Address ?
  • IP Address yang bisa digunakan ?

Bagaimana cara mendapatkan ketiga hal tersebut, kita Bahasa satu persatu

1. Cara menghitung jumlah subnet (Sub Jaringan) baru yang terbentuk.
Gunakan rumus 2^n dimana n adalah jumlah bit 1 pada host ID yang telah diganti (11000000), maka 2^n =4. jadi IP Address 192.168.10.0 setelah di subnetting didapatkan 4 subnet baru.

2. Cara menghitung Jumlah Host per subnet (Per sub Jaringan)
 Gunakan rumus 2^h-2, dimana h adalah jumlah bit 0 pada host ID (11000000),maka  di dapat 2^h-2=62, jadi terdapat 62 host persubnet. atau dengan kata lain dari 4 kelompok sub jaringan yang ada, masing-masing sub jaringan dapat menampung 62 komputer dengan alamat IP yang berbeda.

3. Cara menghitung rentang IP Address
Block subnet diperoleh dengan cara mengurangi 256(2^8) dengan angka dibelakang subnet musk yang telah dimodifikasi, 256-192=64, setelah itu jumlahkan angka hasil pengurangan ini sampai sama dengan angka dibelakang subnet sehingga didapat 64+64=128, 128+64=192. jadi kelompok IP address yang diterapkan pada 4 sub jaringan baru tersebut adalah 64:

 192.168.10.0 s/d 192.168.63, subnet ke 1
 192.168.10.64 s/d 192.168.127, subnet ke 2
 192.168.10.128 s/d 192.168.191, subnet ke 3
 192.168.10.192 s/d 192.168.255, subnet ke 4

4. Menentukan IP Address yang bisa digunakan.
 Dari rentang IP Address pada masing-masing subnet diatas tidak semuanya dapat digunakan
 sebagai alamat IP sebuah Host, selengkapnya

 Sub jaringan ke 1.
  •  Alamat subnet : 192.168.10.0
  •  Alamat Host pertama : 192.168.10.1
  •  Alamat Host Terakhir : 192.168.10.62
  •  Alamat Broadcast : 192.168.10.63

 Sub jaringan ke 2.
  •  Alamat subnet : 192.168.10.64
  •  Alamat Host pertama : 192.168.10.65
  •  Alamat Host Terakhir : 192.168.10.126
  •  Alamat Broadcast : 192.168.10.127

 Sub jaringan ke 3.
  •  Alamat subnet : 192.168.10.128
  •  Alamat Host pertama : 192.168.10.129
  •  Alamat Host Terakhir : 192.168.10.190
  •  Alamat Broadcast : 192.168.10.191
 Sub jaringan ke 4.
  •  Alamat subnet : 192.168.10.192
  •  Alamat Host pertama : 192.168.10.193
  •  Alamat Host Terakhir : 192.168.10.254
  •  Alamat Broadcast : 192.168.10.255

 Manfaat dari subneting :

  • Mengurangi network traffic (lalulintas data pada sutau jaringan)
  • Kepadatan network traffic sering terjadi karena broadcast, dengan subnetting kita memecah suatu broadcast domain yang besar menjadi beberapa broadcast domain yang lebih kecil sehingga kepadatan network traffic menjadi berkurang.
  • Mengoptimalkan network performance
  • Berkurangnya network traffic mengoptimalkan network performance.
  • Mempermudah pengelolaan network. 


Pengertian IP Address dan Konsep Pengalamatannya

Pengertian IP Address

pengertian ip address
IP Address adalah singkatan dari Internet Protocol Adress yang merupakan identitas atau alamat dari sebuah komputer/host/perangkat yang terhubung dalam sebuah jaringan. Ditulis dalam bentuk kelompok angka/numerik. Terdiri dari 4 kelompok bilangan desimal yang dipisahkan oleh tanda titik. Dan 32 bit angka biner dikelompokan ke dalam 4 kelompok  atau oktet, yang dikonversi dari bilangan desimal. Masing masing kelompok terdiri dari 8 bit, berasal dari angka 32 bit dibagi 4, menghasilkan angka 8 bit. untuk lebih jelas lihat contoh gambar di bawah ini :

pengertian ip address


Fungsi IP Address

Untuk memerpmudah pemahaman fungsi ip address ini, mari kita analogikan ip address adalah alamat rumah di dalam sebuah perumahan X. Biasanya perumahan dibagi ke dalam beberapa blok anggap saja 2 blok yaitu blok A dan B. dan setiap blok terdiri dari 3 rumah A1,A2 dan A3. Sedangkan blok B, B1, B2 dan B3.

Berdasarkan fungsinya, IP address terdiri dari 3 bagian, yaitu:
  1. Network ID. Merupakan IP Address/alamat awal dari sebuah netwrok atau jaringan. Network ID ini bisa kita analogikan sebagai nomor rumah A0 dari blok A, dan B0 dari blok B. Jadi merupakan identitas dari sebuah blok jaringan. IP Address yang berstatus Network ID tidak bisa digunakan untuk pengalamatan komputer. Tetapi hanya sebuah identitas dari suatu blok network.
  2. Host ID. Merupakan IP Address dari komputer yang berada dalam suatu jaringan. Analoginya adalah nomor rumah A1, A2, dan A3 di blok A, dan B1, B2, dan B3 di blok B. Jadi Host ID sudah betul-betul menunjukan alamat dari komputer di dalam suatu network.
  3. Broadcast ID. Merupakan IP Address/alamat terkhir dari sebuah netwrok atau jaringan. Broadcast ID ini bisa kita analogikan sebagai nomor rumah A4 dari blok A, dan B4 dari blok B. Walaupun tidak ada rumahnya, namun nomor tersebut digunakan sebagai penanda akhir dari sebuah blok. Jadi Broadcast ID merupakan batas akhir alamat dari sebuah blok jaringan. IP Address yang berstatus Broadcast ID tidak bisa digunakan untuk pengalamatan komputer.

Versi IP Address

  1. IP Address versi 4 (Ipv4)
    Internet protocol version 4 atau Ip4 terdiri dari 32-bit dan bisa menampung lebih dari 4.294.967.296 host di seluruh dunia. Sebagai contoh yaitu 172.146.80.100, jika host di seluruh dunia melebihi angka 4.294.967.296 maka dibuatlah IP Address versi 6.
  2. IP Address versi 6 (Ipv6)
    IP Address v6 memiliki jumlah host yang lebih banyak dibandingkan dengan IP Address versi 4 yang hanya menggunakan 32 bit untuk menampung IP Address di seluruh dunia, semakin banyaknya pengguna jaringan Internet di seluruh dunia setiap hari IP Address versi 4 dinilai suatu saat akan mencapai batas maksimum yang dapat ditampungnya, karena alasan itulah IP Address versi 6 menggunakan 128 bit diciptakan. Dengan jumlah pengguna atau host yang jauh lebih besar dibandingkan dengan IP Address versi 4 dinilai akan mampu menyediakan IP Address pada seluruh client atau pengguna jaringan Internet di seluruh dunia yang selalu bertambah setiap harinya.

Jenis-Jenis IP Address

Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:

  1. Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
  2. Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
  3. Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.

Kelas-kelas IP Address

Alamat IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.


  • Kelas A Alamat-alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.
  • Kelas B Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.
  • Kelas C Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.
  • Kelas D Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, namun berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4.
  • Kelas E Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.

Cara Membuat Jaringan Ad Hoc di WIndows 8.1 dan Windows 10

Apa itu Jaringan Ad Hoc

cara membuat jaringan ad hoc di windows 8.1 dan windows 10
Jaringan Ad Hoc merupakan jaringan komputer yang berbasis wireless (tanpa kabel). Jaringan ini tidak bergantung pada infrastruktur jaringan yang biasa seperti kabel LAN, Router maupun Accsess point. Jaringan ini hanya memanfaatkan Wifi atau wireless LAN yang terdapat pada computer/laptop dan dijadikan sebagai access point.

Apa manfaat Jaringan Ad Hoc?

Jaringan Ad Hoc didunakan jika kita memerlukan pertukaran data atau mau meng-copy data dari laptop yang sat uke laptop yang lain, namun pada saat itu tidak ada peralatan atau media yang bisa menghubungkan kedua laptop tersebut, seperti jaringan wifi dan kabel utp. Dalam keterbatasan itu sebenarnya kita bisa memanfaatkan wireless lan (wlan) / wifi dari salah satu laptop berfungsi sebagai access point, sehingga laptop yang lain bisa terhubung ke laptop tersebut tanpa bantuan peralatan seperti kabel dan access point.

Bagaimana cara membuat Jairngan Ad Hoc?

Nah inilah langkah-langkah cara membuat jarinfan Ad Hoc.
  1. Pastikan laptop kita mendukung untuk dibuat jaringan Ad Hoc. Caranya ketik CMD pada kolom search, kemudian klik Run As Administrator. Kemudian ketik "netsh wlan show drivers" kemudian tekan Enter.

    cara membuat jaringan ad hoc di windows 8.1 dan windows 10
    Cari Hosted Network Supported seperti gambar di atas, jika hasilnya 'YES' maka laptop tersebuyt bisa membuat jaringan ad hoc dengan lancar, namun jika hasilnya 'No' maka hardware laptop tersebut tidak support untuk bisa membuat jaringan ad hoc sendiri dan artinya diperlukan updgrade hardware.

Langkah kedua ketik netsh wlan set hostednetwork mode=allow ssid=NAMA JARINGAN key=PASSWORD
  • ganti NAMA JARINGAN sesuai dengan kemauan kita karena nantinya nama serta password tersebutlah yang akan digunakan oleh client agar terhubung ke adhoc yang kita buat.
  • PASSWORD diisi denga alphanumeric dengan panjang minimal terdiri dari 8 karakter tanpa tanda spasi. lihat gambar di bawah ini :

cara membuat jaringan ad hoc di windows 8.1 dan windows 10 
  1. SSID dan password sudah kita buat, selanjutnya hanya tinggal kita eksekusi Jaringan Ad-Hoc caranya dengan mengetik perintah  netsh wlan start hostednetwork lalu tekan enter. Maka akan muncul notifikasi sukses The hosted network started seperti terlihat pada gambar di bawah ini

    cara membuat jaringan ad hoc di windows 8.1 dan windows 10
    Nah sampai di sini  Alhamdulillah kita sudah bisa membuat jaringan Ad hoc tanpa bantuan software apapun. Dengan cara ini kita tidak akan merusak system dari laptop kita.

  2. Langkah selanjutnya adalah memastikan apakah jaringan Ad Hoc yang kita buat sudah ada atau belum, Buka Control panel > Network and Sharing Center. Maka jika berhasil akan muncul koneksi wireless yang baru saja kita buat.

    cara membuat jaringan ad hoc di windows 8.1 dan windows 10
Kita sudah berhasil membuat jaringan lokal (LAN) Ad Hoc. Namun jaringan ini belum terkoneksi ke internet. Supaya client-client jaringan Ad Hoc ini bisa koneksi ke internet, maka laptop server Ad Hoc nya harus dijadikan hotspot. Caranya sangat mudah. yaitu :
Control Panel > Network and Sharing Center > klik Change Adapter Setting.
selanjutnya, pada adapter wifi, klik kanan pilih properties.

cara membuat jaringan ad hoc di windows 8.1 dan windows 10

klik tab sharing, lalu centang allow other network..  dan pilih home network connection sesuai dengan adhoc yang baru saja kita buat.

Cara Mamatikan Jaringan Ad Hoc

Jika jaringan Ad Hoc selesai digunkan,sebaiknya fungsinya dimatikan. Caranya sebagai berikut :
  • Masuk kembali ke mode CMD sebagai administrator
  • Ketik netsh wlan stop hostednetwork kemudian tekan enter
  • Maka koneksi Ad Hoc pun akan hilang
Demikian sedikit penjelasan mengenai bagaimana cara membuat jaringan Ad Hoc pada windows 8.1 dan windows 10. Mater ini merupakan bagian dari materi Komputer dan Jaringan Dasar SMK TKJ Kelas X semester 2 Kurikulum 2013.

Semoga Bermanfaat.
Wassalam...

Prosedur Instalasi Jaringan Sederhana dengan kabel UTP

Jaringan komputer yang paling sederhana berdasarkan cakupan areanya adalah jaringan PAN (Personal Area Network). Salah satunya adalah jaringan Peer to Peer (P2P) yaitu jaringan yang hanya menghubungkan 2 buah komputer.

Jaringan komputer Peer to Peer (PC to PC) adalah jaringan komputer yang hanya menghubungkan dua komputer dimana kedua komputer bisa menjadi server maupun client, jadi tidak ada perbedaan antara client dan server. Dalam pemasangan jaringan peer to peer anda tidak perlu memakai hub karena dalam tipe jaringan dua komputer (PC to PC) ini dapat langsung dihubungkan dengan 1 kabel UTP.

Sebagai catatan untuk membuat jaringan komputer peer to peer kabel UTP yang dibuat harus dengan Crossover / Crossline karena jika menggunakan Straight Through kabel LAN dianggap tidak terkoneksi (a network cable is unplugged) kecuali jika Ethernet atau LAN Card yang anda gunakan sudah support dengan straight through.

Prosedur Instalasi Jaringan:

1. Gambarkan Topologi Peer to Peer
2. Sediakan kabel UTP Crossover. Jika belum tahu cara membuatnya, klik cara membuat kabel cross over.
3. Sediakan 2 buah PC (personal computer) atau laptop
4. Sambungkan kedua PC dengan kabel crossover melalui port LAN Card.
5. Pastikan diantara dua computer sudah saling terhubung dengan kabel UTP, atau adanya tanda koneksi seperti pada gambar dibawah ini. Dengan cara masuk ke jendela control Panel kemudian pilih Network And Sharing Center.

6. Setting IP Address masing-masing komputer.

Caranya :
Klik pada Local Area Connection yang ada di Network And Sharing Center kemudian akan muncul jendela Local Area Connection Properties lalu klik 2 kali pada Internet Protocol Version 4(TCP/IP4)


Akan muncul kolom pengisian IP address seperti berikut :


Setting pada komputer yang lain dengan IP Address kelas C yang sama, akan tetapi bedakan pada penomoran alamat untuk komputer-komputer yang lain (seperti 193.193.193.254) Subnet Mask tetap sama.
Kemudian Klik Ok

6. Test koneksinya melalui Command promt dengan cara mengetikkan IP yang ingin di lihat Koneksinya contohya : Ping 193.193.193.254 lalu tekan Enter 
Jika koneksinya sukses akan terlihat seperti gambar dibawah ini :


Jika koneksinya gagal, maka akan muncul tampilan seperti ini :



Demikian cara dan prosedur instalasi jaringan sederhana dengan menggunakan kabel UTP crossover yang merupakan bagian dari Materi Komputer dan Jaringan Dasar SMK jurusan Teknik Komputer dan Jaringan Kelas X semester 2 Kurikulum 2013.



Pengkabelan Jaringan Komputer

Pengkabelan untuk Jaringan Topologi Star


Kabel Jaringan adalah kabel yang menghubungkan antara komputer dengan komputer, dari server ke swich dan yang lainya.kabel jaringan juga bisa sebagai perantara pengguna dengan pengguna lainya dalam satu wilayah lokal seperti (warnet, kantor perusahaan dll).

Selain itu kabel jaringan juga bisa disebut dengan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) yang sering digunakan untuk LAN dan kabel telpon. Kabel UTP sendiri terdiri dari empat warna konduktor tembaga yang setiap pasangannya berpilih. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular yaitu 8 pin yang biasa kita sebut sebagai RJ-45, dan semua protokol LAN dapat beroprasi melalui kabel UTP. Dan kebanyaka perangkat LAN dilengkapi oleh konektor RJ-45.

Standar Pengkabelan UTP

Pengkabelan dilakukan berdasarkan standar yang telah ditentukan, dan berlaku secara internasional. Ada dua sandar yang digunakan untuk pengkabelan yaitu TIA/EIA 368A dan TIA/EIA 368B.

EIA merupakan sinonim atau kepanjangan dari Electronic Industries Alliance dan TIA merupakan sinonim atau kepanjangan dari Telecommunication Industry Association.

Maksud dari arti EIA/TIA adalah merupakan standarisasi internasional stuktur kabel untuk telekomunikasi. Kabel yang paling sering kita temui adalah jenis UTP dan STP.

Banyak yang menganggap EIA/TIA hanyalah standart untuk kabel jenis ethernet padahal EIA/TIA lebih global untuk telekomunikasi termasuk transfer voice suara (PABX).

Jenis Pengkabelan UTP

Dua jenis pengkabelan yang sering digunakan. Yaitu Straight dan Crossover.

1. Pengkabelan Straight.

Kabel Straight merupakan kabel yang memiliki cara pemasangan yang sama antara ujung satu dengan ujung yang lainnya.

Urutan standar kabel straight adalah seperti dibawah ini yaitu sesuai dengan standar TIA/EIA 368B (yang paling banyak dipakai) atau kadang-kadang juga dipakai  sesuai standar TIA/EIA 368A sebagai berikut :


Yang sering digunakan adalah yang sesuai dengan standar TIA/EIA 368B.






Contoh penggunaan kabel straight adalah sebagai berikut :
  • Menghubungkan antara Komputer dengan Switch
  • Menghubungkan Komputer dengan LAN pada Modem Cable/DSL
  • Menghubungkan Router dengan LAN pada Modem Cable/DSL
  • Menghubungkan Switch ke Router
  • Menghubungkan Hub ke Router

Membuat Kabel Straight UTP
  1. Kupas bagian ujung kabel UTP, kira-kira 2 cm.
  2. Buka pilinan kabel, luruskan dan urutankan kabel sesuai standar gambar.
  3. Setelah urutannya sesuai standar, potong dan ratakan ujung kabel,
  4. Masukan kabel yang sudah lurus dan sejajar tersebut ke dalam konektor RJ-45, dan pastikan semua kabel posisinya sudah benar dengan posisi sesuai gambar di atas.
  5. Lakukan crimping menggunakan crimping tools, tekan crimping tool dan pastikan semua pin (kuningan) pada konektor RJ-45 sudah “menggigit” tiap-tiap kabel. biasanya akan terdengar suara "krik". 
  6. Langkah terakhir adalah mengecek kabel yang sudah kita buat tadi dengan menggunakan LAN tester, caranya masukan masing-masing ujung kabel (konektor RJ-45) ke masing2 port yang tersedia pada LAN tester, nyalakan dan pastikan semua lampu LED menyala sesuai dengan urutan kabel yang kita buat.

2. Pengkabelan Crossover.

Kabel Crossover merupakan kabel yang memiliki susunan berbeda antara ujung satu dengan ujung lainnya. Kabel cross digunakan untuk menghubungkan 2 device yang sama. Gambar di bawah adalah susunan standar kabel cross.



Contoh penggunaan kabel crossover adalah sebagai berikut :
  •  Menghubungkan 2 buah Komputer secara langsung
  •  Menghubungkan 2 buah Switch
  •  Menghubungkan 2 buah Hub
  •  Menghubungkan Switch dengan Hub
  •  Menghubungkan Komputer dengan Router


Dari 8 buah kabel yang ada pada kabel UTP ini (baik pada kabel straight maupun cross over) hanya 4 buah saja yang digunakan untuk mengirim dan menerima data, yaitu kabel pada pin no 1,2,3 dan 6.

Membuat Kabel Cross UTP

Membuat kabel cross memiliki langkah yang hampir sama dengan kabel straight, perbedaan hanya terletak pada urutan warna dari kedua ujung kabel. Berbeda dengan kabel straight yang memiliki urutan warna sama di kedua ujung kabel, kabel cross memiliki urutan warna yang berbeda pada kedua ujung kabel.



Ujung Pertama sama dengan kabel straight :

• Orange Putih pada  Pin 1.
• Orange pada   Pin 2.
• Hijau Putih pada  Pin 3.
• Biru pada   Pin 4.
• Biru Putih pada  Pin 5.
• Hijau pada   Pin 6.
• Coklat Putih pada  Pin 7.
• Coklat pada   Pin 8.


Untuk ujung kabel yang Kedua, susunan warnanya berbeda dengan ujung pertama. Adapun susunan warnanya adalah sebagi berikut:

• Hijau Putih pada   Pin 1.
• Hijau pada    Pin 2.
• Orange Putih pada   Pin 3.
• Biru pada     Pin 4.
• Biru Putih pada   Pin 5.
• Orange pada    Pin 6.
• Coklat Putih pada   Pin 7.
• Coklat pada    Pin 8.

Dibawah ini adalah contoh ujung kabel UTP yang telah terpasang konektor RJ-45 dengan benar, selubung kabel (warna biru) ikut masuk kedalam konektor.

Macam Macam Peralatan Jaringan Lengkap

Pengertian Peralatan Jaringan


Peralatan jaringan komputer merupakan semua peralatan yang dapat digunakan untuk membantu dalam pembuatan jaringan komputer. Peralatan ini dapat anda temukan dengan mudah di toko-toko komputer dengan harga yang cukup murah. Berikut ini adalah peralatan - peralatan yang harus anda siapkan jika hendak membuat jaringan komputer.

1. Ethernet card/LAN Card/kartu jaringan
Merupakan kartu jaringan yang terpasang pada komputer atau PC yang berfungsi untuk  dapat berkomunikasi dengan komputer lain melalui jaringan LAN.


Setiap kartu jaringan memiliki MAC Address (medium acces control) yang unik. Unik di sini artinya tidak ada satupun komputer di dunia ini yang memiliki kartu jaringan dengan mac address yang sama atau dengan kata lain satu komputer mempunyai no alamat tersendiri. berdasarkan kecepatan transmisi kartu jaringan dapat dibedakan menjadi beberapa bagian;

  • 10BASE-T : kecepatan transmisi 10 MBPS
  • 100BASE-T :kecepatan transmisi 100 MBPS
  • 1000BASE-T :kecepatan transmisi 1000 MBPS atau 1 GBPS


2. Hub
Merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI layer 1 (Phisycal Layer). Fungsinya menerima sinyal dari suatu komputer kemudian mentransmisikannya ke komputer yang lain.
Hub tidak mengenal MAC Address, sehingga tidak dapat memilah data mana yang harus ditransmisikan. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya collition atau tabrakan data pada suatu jaringan. Hub ada yang bersifat aktif dan ada juga yang pasif. Hub memiliki beberapak port tempat meletakan atau memasang kabel dengan konektor RJ 45.


3. Switch
Hampir sama dengan Hub. Bekerja pada OSI layer 2 (Data Link Layer).


Bedanya dengan hub switch sudah mengenal mac address sehingga sudah bisa mengatasi terjadinya collition atau tabarakan data. Sudah memiliki jalur trasnmisi full duplex dimana memiliki dua jalur terpisah antara transmiter dan receiver.


4. Router
Bekerja pada OSI layer 3 (network layer).

Berfungsi untuk penghubung atau penerus paket data antara dua segmen jaringan yang berbeda atau lebih.


5. Repeater
Sesuai dengan arti katanya pengulang, repeater berfungsi untuk menerima dan menguatkan kembali sinyal yang diterima untuk kembali dipancarkan ke tempat yang lebih jauh.

Dengan repeater kita dapat menghubungkan perangkat pada jarak yang berjauhan.


6. Bridge
Sesuai dengan arti katanya yaitu jembatan,  bridge berfungsi untuk menghubungkan atau menjembatani  dua buah jaringan.

Bridge dapat menghubungkan dua jaringan yang memiliki media komunikasi dan topologi jaringan yang berbeda


7. Modem
Merupakan singkatan dari modulator dan demodulator. Peralatan ini berfungsi untuk mengubah sinyal analog menjadi digital dan sebaliknya.

Modem ini digunakan jika kita ingin menghubungkan komputer kita ke jaringan internet. Berdasarkan letaknya modem ini dapat kita bedakan menjadi dua jenis yaitu:
Modem internal : terpasang di dalam PC atau komputer kita
Modem eksternal : terpasang di luar komputer atau laptop

8. Kabel
Merupakan perangkat jaringan yang digunakan untuk menghubungkan antara perangkat yang satu dengan yang lainnya. Ada tiga jenis kabel yang sering digunakan dalam jaringan komputer yaitu:

  • Coaxial
  • UTP
  • Fiber Optik
Untuk lebih jelas baca artikel mengenai media jaringan.

9. Konektor
Merupakan perangkat jaringan yang digunakan untuk penghubung kabel. konektor ini terpasang pada ujung - ujung kabel.


Konektor bisa berupa BNC, RJ 45 atau ST


10. Crimping Tools
Merupakan peralatan jaringan yang dapat digunakan untuk memasang konektor RJ 45 pada kabel UTP.




11. Cable Tester
Merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengukur sambungan kabel.

Dengan menggunakan alat ini kita dapat mengetahui apakah kabel jaringan yang kita gunakan tersambung dengan baik atau tidak.

Media dan Peralatan jaaringan

Pengertian Media Jaringan 


Media Jaringan adalah Perangkat keras yang dibutuhkan untuk membangun sebuah komputer baik hardware maupun software, yaitu minimal dua buah komputer, Network inteface card, serta perangkat lain seperti hub, repeater, router, bridge, dan media tranmisi.

Media transmisi yang digunakan jaringan komputer sebagai sarana penghubung ada dua macam, yaitu sebagai berikut :

A. Media Transmisi menggunakan Kabel (Wired Network).

Hampir semua jaringan komputer yang ada saat ini mengg unakan kabel sebagai media transmisi. Mediatransmisi ini memiliki keterbatasan jangkauan dan tidak efisien karena banyak memakai tempat untuk jaringan kabel. Jaringankabel ini biasanya digunakan dalam area lokal, misalnya dalam satu gedung atau antar gedung dalam satu lembaga pendidikan.

Kabel yang sering digunakan sebagai media transmisi antara lain sebagai berikut :
  • Twisted Pair
  • Coaxiax
  • Serat optic,dll

Twisted Pair

1. Kabel UTP. 
Kabel UTP (Unshielded twisted-pair) adalah jenis kabel yang terbuat dari bahan penghantar tembaga, memiliki isolasi dari plastik dan terbungkus oleh bahan isolasi yang mampu melindungi dari api dan kerusakan fisik.



Kabel UTP terdiri dari empat pasang inti kabel yang saling berbelit yang masing-masing pasang memiliki kode warna berbeda. Kabel UTP tidak memiliki pelindung dari interferensi elektromagnetik, namun jenis kabel ini banyak digunakan karena harga yang relatif murah dan fungsinya yang memang sudah sesuai dengan standar yang diharapkan.


Kelebihan 
  • Murah
  • Mudah diinstalasi
  • Ukurannya kecil
Kekurangan 
  • Rentan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik
  • Jarak jangkauannya hanya 100 m

Fungsi kabel UTP yaitu digunakan sebagai kabel jaringan LAN (Local Area Network) pada sistem jaringan komputer, dan biasanya kabel UTP mempunyai impedansi kurang lebih 100 ohm, serta dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan kemampuannya sebagai penghantar data.

2. Kabel STP.

Kabel STP (Shielded Twisted Pair) adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan kabel,Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan pada jaringan Token-Ring IBM. Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang lebih baik terhadap interferensi EMI.




Secara fisik kabel shielded sama dengan unshielded tetapi perbedaannya sangat besar dimulai dari kontruksi kabel shielded mempunyai selubung tembaga atau alumunium foil yang khusus dirancang untuk mengurangi gangguan elektrik. Kekurangan kabel STP lainnya adalah tidak samanya standar antar perusahaan yang memproduksi dan lebih mahal dan lebih tebal sehingga lebih susah dalam penanganan fisiknya

Kelebihan
  • Lebih tahan terhadap interferensi gelombang elektromagnetik baik dari dari dalam maupun dari luar 
  • Memiliki perlindungan dan antisipasi tekukan kabel 
  • Pada kabel STP, didalamnya terdapat satu lapisan pelindung kabel internalsehingga melindungi data yang ditransmisikan dari interferensi/gangguan STP (Shielded Twisted Pair), selain dililitkan, juga punya proteksi terhadap induksi atau interferensi sinyal dari luar kabel berupa lapisan kertas alumunium foil, sebelum jaketpembungkus luar.

Kekurangan
  • Mahal 
  • Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi 
  • Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise” 
  • Susah pada saat instalasi (terutama masalah grounding) 
  • Jarak jangkauannya hanya 100 m
Fungsi Kabel STP adalah Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon,komputer televisi dan radio membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang berbeda-beda dalam pengiriman datanya.

3. Kabel Coaxial

Kabel coaxial adalah jenis kabel yang memiliki dua buah penghantar konduktor berupa kabel solid terbuat dari tembaga sebagai inti, kemudian dilapisi sekat isolator dan dililit kembali oleh penghantar berupa kabel serabut yang terbuat dari tembaga atau alumunium sebagai penghantar bagian luar. Kabel coaxial atau kabel koaksial terbungkus oleh isolator elastis yang terbuat dari plastik tahan air.



Dalam penggunaan sehari-hari, kabel coaxial banyak dijumpai pada antena televisi, antena pemancar radio, dan juga kabel jaringan LAN. Penggunaan kabel koaksial dalam jaringan internet melengkapi instalasi kabel UTP yang juga berperan penting dalam jaringan LAN.

Karakteristik kabel coaxial :
  • Kecepatan dan keluaran 10 - 100 MBps.
  • Biaya Rata-rata per node murah.
  • Media dan ukuran konektor medium.
  • Panjang kabel maksimal yang di izinkan yaitu 500 meter (medium).

Berikut ini adalah kelebihan serta kekurangan dari penggunaan kabel koaksial :

Kelebihan :
  • Murah.
  • Jarak jangkauannya cukup jauh.
  • Dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon.
  • Karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan system lain.
Kekurangan:
  • Susah pada saat instalasi.
  • Mempunyai redaman yang relative besar, sehingga untuk hubungan jauh harus dipasang repeater-repeater.
  • Jika kabel dipasang di atas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan.


Fungsi kabel coaxial adalah untuk mentransmisikan frekuensi tinggi mulai dari 300 kHz keatas, dan penggunaan kabel ini mempunyai kanal frekuensi yang sangat besar.Kabel lan coaxial digunakan pada Ethernet 10Base2 dan 10Base5 beberapa tahun yang lalu. 10Base5 mengacu pada thicknet sementara 10Base2 mengacu pada thinnet sebab 10Base5 dulu menggunakan kabel lan coaxial yang lebih tebal.

4. Fiber Optik.

Jenis kabel fiber optic merupakan kabel jaringan yang jarang digunakan pada instalasi jaringan tingkat menengah ke atas.Pada umumnya, kabel jenis ini digunakan pada instalasi jaringan yang besar dan pada perusahaan multinasional serta digunakan untuk antar lantai atau antar gedung.Kabel fiber optic merupakan media networking medium yang digunakan untuk transmisi-transmisi modulasi.


Tidak seperti dua kabel sebelumnya yang menggunakan tembaga sebagai media penghantarnya. Kabel fiber optik ini tebuat dari serat kaca atau plastik yang sangat tipis. Karena terbuat dari kaca, sinyal yang dikirim oleh FO ini berupa cahaya dari sumber ke tujuan.

Bagian-bagian kabel fiber optik adalah sebagai berikut.



  • Pelindung kabel (Outer/Cable Jacket) yang merupakan bagian kulit pembungkus terluar untuk melindungi seluruh bagian kabel.
  • Pelindung fiber (strengthening fibers / strength member) berfungsi menjaga kabel dari benturan keras.
  • Lapisan plastik (coating) berfungsi menjaga kabel dari tekukan.
  • Lapisan tipis (cladding) berfungsi sebagai pembatas yang memuat gelombang cahaya sehingga data dapat ditransmisikan.
  • Fisik medium utama (core) berfungsi sebagai medium transmisi data.


Kelebihan

  • Beroperasi pada kecepatan tinggi (gigabit per detik).
  • Mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar.
  • Kebal terhadap interferensi elektromagnetik.
  • Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 - 60 kilometer).
  • Dapat menunjang keceptan sampai 10Gigabits
  • Kurang interferensi magnetic, membuatnya lebih aman


Kekurangan

  • Biaya rata-rata pernode cukup mahal.
  • Media dan ukuran konektor kecil.
  • Jarak lebih jauh
  • Jauh lebih mahal
  • Gangguan (noise) yang sering terjadi apabila tertekuk walaupun hanya sedikit.

Fiber optic merupakan media transmisi terkini untuk standard Ethernet dalam kabel lan. Perbedaan utama dalam hal fungsi antara kabel fiber optic dan kabel electric adalah sebagia berikut:

B. Media Transmisi tanpa Kabel (Wireless Network).

Media transmisi tanpa kabel merupakan komunikasi data dalam jaringan komputer yang tidak memanfaatkan kabel sebagai media transmisi, melainkan berupa gelombang elektromagnetik. Jaringan tanpa kabel ini memberikan keunggulan kepada pemakai untuk dapat mengakses setiap saat di manapun berada. Sedangkan kekurangan media transmisi ini adalah kemampuan transfer data lebih kecil dibandingkan dengan jaringan kabel. Pada media transmisi ini, masih sering terjadi gangguan sehingga memungkinkan terjadinya kehilangan data.

Jika sumber data dan penerima data jaraknya cukup jauh atau medannya sulit, maka dapat digunakan media transmisi radiasi elektromagnetik yang dipancarkan melalui udara terbuka berupa:
  • Gelombang Mikro
  • Gelombang radio,dll

Jaringan Wireless (Nirkabel) atau dalam bahasa indonesia disebut nirkabel, adalah teknologi yang menghubungkan dua piranti untuk bertukar data tanpa media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (seperti teknologi infra merah pada remote TV) atau gelombang radio (seperti bluetooth pada komputer dan ponsel)dengan frekuensi tertentu.



Jaringan Wireless atau jaringan Wifi memungkinkan kita melakukan komunikasi tanpa melalui kabel jaringan.Akan tetapi piranti jaringan pada Jaringan ini masih perlu berkomunikasi dengan piranti lainnya yang ada pada jaringan kabel LAN.
Kelebihan dan Kekurangan wiriless.

Kelebihan:

  • Dapat dipergunakan untuk komunikasi data dengan jarak yang jauh sekali.Tergantung LOS (Line of Sight) dan kemampuan perangkat wireless dalam memancarkan gelombang.
  • Sangat baik digunakan pada gedung yang sangat sulit menginstall kabel.
  • Mengeliminasi penggunaan kabel, yang bisa cukup menganggu secara estetika, dan juga kerumitan instalasi untuk menghubungkan lebih dari 2 piranti bersamaan.


Kekurangan:

  • Sulit diperoleh karena spectrum frekuensi terbatas.
  • Biaya instalasi, operasional dan pemeliharaan sangat mahal.
  • Keamanan data kurang terjamin.
  • Pengaruh gangguan (derau) cukup besar.
  • Transfer data lebih lambat dibandingkan dengan penggunaan kabel.


Berikut Jenis – jenis Jaringan Wireless (Nirkabel) :

1. WAP (Wireless Application Protocol)
Merupakan standar protokol untuk aplikasi Jaringan Wireless (Nirkabel) (seperti yang digunakan handphone). WAP berbasis pada standar Internet, dan beberapa protokol yang sudah dioptimasi untuk lingkungan wireless, seperti kebutuhan kompresi data, long latency dan keterbatasan bandwith, serta keterbatasan perangkat wireless.


2. WBMP (Wireless Bitmap)
Format grafik yang terdapat dalam WAP. WBMP merupakan format yang mirip dengan format BMP. Gambar dengan standar format WBMP terbagi dalam dua bagian, yaitu :q Bagian header, tempat untuk informasi karakteristik dari gambar, seperti tinggi, lebar dan type gambar. q Bagian isi yang disebut Type dependent, merupakan bagian dari informasi gambar.

3. Wireless LAN (Wireless Local Area Network)
Teknologi komunikasi data dengan tidak menggunakan kabel untuk menghubungkan antara klien dan server. Secara umum teknologi Wireless LAN hampir sama dengan teknologi jaringan komputer yang menggunakan kabel (Wire LAN atau Local Area Network). Teknologi Wireless LAN ada yang menggunakan frekuensi radio untuk mengirim dan menerima data yang tentunya mengurangi kebutuhan atau ketergantungan hubungan melalui kabel.

Peralatan/Perangkat Jaringan 

Peralatan dan perangkat jaringan bisa dilihat di sini.

Port Number dan Fungsinya di dalam Jaringan

Apa itu Port ?

Port adalah soket atau jack koneksi yang terletak di luar unit sistem sebagai tempat kabel-kabel yang berbeda ditancapkan. Setiap port pasti berbeda fungsi dan bentuk fisiknya. Port-port tersebut adalah port serial, port paralel, port SCSI (dibaca “scuzzy”), port USB.

Apa Fugsi Port ?

Selama ini kita biasanya memanfaatkan port-port tersebut untuk mentransmisikan data.

  1. Port serial digunakan untuk mentransmisikan data dari jarak jauh secara lambat, seperti keyboard, mouse, monitor, dan modem dial-up. 
  2. Port paralel untuk mentransmisikan data pada jarak yang pendek secara cepat. Port ini sering dipakai untuk menghubungkan printer, disk eksternal, atau tape magnetik untuk bacup. 
  3. Port SCSI (small computer system interface), untuk mentransmisikan data secara cepat bahkan dapat dipakai untuk 7 alat sekaligus atau “daisy chain“. Contoh daisy chain : dari SCSI kontroller kemudian disambungkan ke perangkat hardisk drive eksternal, dari HDD eksternal disambungkan secara seri ke perangkat yang lain seperti tape drive, kemudian dari tape drive tsb bisa juga disambungkan ke CD/DVD drive dan seterusnya. 
  4. Port USB (universal serial bus), untuk mentransmisikan data hingga 127 periferal dalam rangkaian daisy chain. 
  5. Port tambahan khusus seperti : FireWire, MIDI, IrDa, Bluetooth, dan ethernet. Fire Wire berfungsi untuk camcorder, pemutar DVD, dan TV. Sedangkan port MIDI (musical instrument digital interface) untuk menghubungkan instrumen musik. Kemudian port IrDA (Infrared Data Association) untuk koneksi nirkabel sejauh beberapa kaki. Port Bluetooth adalah gelombang radio jarak pendek yang bisa menstransmisikan sejauh 9 m. 
  6. Port ethernet adalah untuk LAN.
Pada terminologi jaringan komputer, port merupakan titik komunikasi spesifik yang digunakan oleh sebuah aplikasi yang memanfaatkan lapisan transport pada teknologi TCP / IP. Artikel ini menceritakan tentang beberapa port yang digunakan oleh aplikasi ataupun protokol standar.
Pada terminologi komputer ada dua jenis Port yaitu :
  1. Port Fisik,adalah soket/ slot / colokan yang ada di belakang CPU sebagai penghubung peralatan input-output komputer, misalnya PS2 Port yang digunakan oleh Mouse dan Keyboard, USB Port atau Paralel Port.
  2. Port Logika (non fisik),adalah port yang di gunakan oleh aplikasi sebagai jalur untuk melakukan koneksi dengan komputer lain mealalui teknologi TCP/IP, tentunya termasuk koneksi internet.

Dalam protokol jaringan TCP/IP, sebuah port adalah mekanisme yang mengizinkan sebuah komputer untuk mendukung beberapa sesi koneksi dengan komputer lainnya dan program di dalam jaringan. 

Port dapat mengidentifikasikan aplikasi dan layanan yang menggunakan koneksi di dalam jaringan TCP/IP. Sehingga, port juga mengidentifikasikan sebuah proses tertentu di mana sebuah server dapat memberikan sebuah layanan kepada klien atau bagaimana sebuah klien dapat mengakses sebuah layanan yang ada dalam server. 

Port dapat dikenali dengan angka 16-Bit (dua byte) yang disebut dengan Port Number dan diklasifikasikan dengan jenis protokol transport apa yang digunakan, ke dalam Port TCP dan Port UDP. Karena memiliki angka 16-bit, maka total maksimum jumlah port untuk setiap protokol transport yang digunakan adalah 65536 buah.

Dilihat dari penomorannya, port UDP dan TCP dibagi menjadi tiga jenis, yakni sebagai berikut:
  1. Well-known Port: yang pada awalnya berkisar antara 0 hingga 255 tapi kemudian diperlebar untuk mendukung antara 0 hingga 1023. Port number yang termasuk ke dalam well-known port, selalu merepresentasikan layanan jaringan yang sama, dan ditetapkan oleh Internet Assigned Number Authority (IANA). Beberapa di antara port-port yang berada di dalam range Well-known port masih belum ditetapkan dan direservasikan untuk digunakan oleh layanan yang bakal ada di masa depan. Well-known port didefinisikan dalam RFC 1060.
  2. Registered Port: Merupakan Port-port yang digunakan oleh vendor-vendor komputer atau jaringan yang berbeda untuk mendukung aplikasi dan sistem operasi yang mereka buat. Registered port juga diketahui dan didaftarkan oleh IANA tapi tidak dialokasikan secara permanen, sehingga vendor lainnya dapat menggunakan port number yang sama. Range registered port berkisar dari 1024 hingga 49151 dan beberapa port di antaranya adalah Dynamically Assigned Port.
  3. Dynamically Assigned Port: merupakan port-port yang ditetapkan oleh sistem operasi atau aplikasi yang digunakan untuk melayani request dari pengguna sesuai dengan kebutuhan. Dynamically Assigned Port berkisar dari 1024 hingga 65536 dan dapat digunakan atau dilepaskan sesuai kebutuhan.

Model TCP/IP | Model Jaringan TCP/IP

Apa itu model TCP/IP ?



Berikut ini penjelasan mengenai model jaringan TCP/IP yang merupakan bagian dari Materi Komputer Jaringan Dasar, SMK, Kelas X.

Pada prisipnya mode TCP/IP (Transfer Control Protocol / Internet Protocol) sama dengan model jaringan OSI namun lebih disederhanakan. Model ini dikembangkan oleh DARPA (Defense Advance Research Project Agency).

Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) adalah suatu set aturan standar komunikasi data yang digunakan dalam proses transfer data dari satu komputer ke komputer lain di jaringan komputer tanpa melihat perbedaan jenis hardware.

Protokol TCP/IP ini terbentuk dari 2 komponen yaitu Transmission Control Protocol (TCP) dan Internet Protocol (IP). Protokol ini dikembangkan oleh Advence Research Project Agency (ARPA) untuk departemen pertahananAmerika pada tahun 1969. TCP/IP sebagai sebuah protokol standar untuk menghubungkan komputer-komputer dan jaringan untuk membentuk sebuah jaringan yang luas (WAN). Sebuah alamat TCP/IP adalah nilai biner berukuran 32 bit yang diberikan ke setiap host dalam sebuah jaringan.

Berikut ini lapisan TCP/IP beserta fungsinya :

  1. Network Access : berfungsi untuk mengirim dan menerima dari dan ke media fisik. Network Access layar terbawah dari model TCP/IP.
  2. Internet : berfungsi untuk mencari jalur terbaik untuk pengiriman paket data.
  3. Transport : berfungsi untuk mengadakan komunikasi antara dua komputer dan mengirimkan paket. Yaitu : TCP dan UDP.
  4. Application : berfungsi untuk memberikan pelayanan kepada pengguna jaringan. Yaitu : Telnet,FTP,HTTP,SNMP bekerja pada lapisan ini.

Perbedaan model OSI dan TCP/IP ?

Perbedaan model TCP/IP dan Open System Interconnection (OSI) terletak pada jumlah layer. Pada model OSI terdapat 7 layer sedangkan pada model TCP/IP hanya terdapat 4 layer. Namun pada prinsinya sama, hanya ada beberapa layer pada model OSI disederhanakan menjadi satu layer pada model TCP/IP.

Perbedaannya bisa diperhatikan pada gambar berikut :


Tiga Layer terakhir  layer pada model OSI yaitu Application Layer, Presentation Layer, dan Session Layer digabungkan menjadi satu layer pada model TCP/IP yaitu menjadi Application Layer saja.
Sedangakn layer yang keempat yaitu Layer Transport tetap tidak berubah.
Network Layer pada model OSI berganti nama menjadi Internet Layer pada model TCP/IP
Dua model pertama yaitu Data Link Layer dan Physical Layer pada model OSI disederhanakan menjadi satu layer yaitu Link Layer pada model TCP/IP.

Demikian sedikit penjelasan mengenai model jaringan TCP/IP serta perbadaannya dengan model OSI.



Topologi Jaringan Komputer

Apa yang dimaksud Topologi Jaringan ?


Topologi adalah istilah yang digunakan dalam jaringan komputer untuk menggambarkan cara bagaimana suatu komputer terhubung ke komputer lainnya. Semua jaringan komputer yang ada saat ini dipastikan memiliki topologi. Topologi ini dirancang dan ditentukan oleh seorang Network Administrator pada saat akan membuat sebuah jaringan komputer.

Ada beberapa jenis topologi jaringan yang cukup terkenal yaitu :

1. Topologi BUS

Topologi Bus  merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50 ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.

Kelebihan
  • Hemat kabel
  • Layout kabel sederhana
  • Mudah dikembangkan
Kekurangan
  • Deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil
  • Kepadatan lalu lintas
  • Bila salah satu client rusak, maka jaringan tidak bisa berfungsi.
  • Diperlukan repeater untuk jarak jauh

2. Topologi RING


Topologi ring (metode token-ring) adalah cara menghubungkan komputer sehingga berbentuk ring (lingkaran). Setiap simpul mempunyai tingkatan yang sama. Jaringan akan disebut sebagai loop, data dikirimkan kesetiap simpul dan setiap informasi yang diterima simpul diperiksa alamatnya apakah data itu untuknya atau bukan.

Keuntungan  :   
  • Hemat Kabel
Kerugian  :
  • Peka kesalahan
  • Pengembangan jaringan lebih kaku

3. Topologi STAR


Topologi Star adalah bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi (penyebaran) dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Masing- masing node atau workstation di hubungkan secara langsung ke Hub/Swich. Intinya topologi ini mengunakan Hub/Switch sebagai penghubung antara komputer yang satu dengan komputer yang lain.

Kelebihan :
  • Paling fleksibel
  • Pemasangan/perubahan stasiun sangat mudah dan tidak mengganggu bagian jaringan lain
  • Kontrol terpusat
  • Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan
  • Kemudahaan pengelolaan jaringan
  • ekurangan :
  • Boros kabel
  • Perlu penanganan khusus
  • Kontrol terpusat (HUB) jadi elemen kritis

4.  Topologi Extended Star


Topologi Jaringan Extended Star adalah sebuah topologi jaringan yang sama dengan topologi jaringan star, Akan tetapi pada Topologi Jaringan Extended Star memiliki lebih banyak repeater dalam satu node pusat sehingga jangkauannya lebih panjang dibandingkan dengan topologi jaringan star biasa.

Kelebihan 
  • Cukup mudah untuk mengubah dan menambah komputer ke dalam jaringan, bahkan jika kita ingin menambah jaringan baru kita bisa menambahkan repeater.
  • Apabila satu komputer yang mengalami kerusakan dalam jaringan maka komputer tersebut tidak akan mengganggu aktivitas jaringan yang lain.
  • Dapat menggunakan beberapa tipe kabel di dalam jaringan yang sama dengan hub yang dapat mengakomodasi tipe kabel yang berbeda.
Kekurangan
  • Memiliki satu titik kesalahan, terletak pada hub atau switch. Jika hub pusat mengalami kegagalan, maka seluruh jaringan akan gagal untuk beroperasi.
  • Membutuhkan lebih banyak kabel karena semua kabel jaringan harus ditarik ke satu central point, jadi lebih banyak membutuhkan lebih banyak kabel daripada topologi jaringan yang lain.
  • Membutuhkan lebih banyak repeater jika ingin menambah jaringan baru dengan jangkauan yang lebih luas
  • Lalulintas data yang padat dapat menyebabkan jaringan bekerja lebih lambat.

5. Topologi Mesh


Topologi Mesh atau topologi dengan bentuk jala adalah suatu bentuk hubungan antar komputer atau perangkat perangkat dimana setiap koputer/perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan tersebut. Dengan topologi mesh ini setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).

Kelebihan :
  • Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing).
  • Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
  • Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
  • Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.
Kekurangan :
  • Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port).
  • Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit.
  • Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.

6.  Topologi Tree


Topologi Tree atau atau yang biasa disebut topologi pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi star dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus sebagai backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung atau backbone.

karakteristik Topologi Hierarchical/Tree (Pohon) merupakan kombinasi antara topologi bintang dan topologi bus.

Kelebihan :
  • Dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan.
Kekurangan :
  • Apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif.
  • Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.


Materi K3LH Mata Pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar

Inilah materi lengkap tentang Keamanan dan Kesehatan Kerja berdasarkan Kurikulum 2013 (K13) revisi 2017/2018. Materi ini merupakan bagian dari mata pelajaran Komputer dan Jaringan Dasar SMK jurusan TKJ kelas X semester 1.


Materi K3 LH ini mencakup 4 pembahasan secara detil yaitu :
  1. Dasar-dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  2. Hukum Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  3. Praktek Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  4. Mengatur Merapihkan Area tempat kerja

1. Dasar-dasar keselamatan dan kesehatan kerja


Keselamatan berasal dari kata dasar selamat. Selamat diartikan terhindar dari bahaya, tidak mendapat gangguan,sehat tidak kurang suatu apapun.

Menurut WJS Poerwadarminta : Keselamatan diartikan keadaan perihal terhindar dari bahaya, tidak mendapat gangguan,sehat tidak kurang suatu apapun.

Pekerja terkadang tidak merasa bahwa keselamatan dan kecelakaan itu saling bersinggungan,didalam bekerja harus selalu berfikir bagaiman kita dapat mengantisipasi agar dapat mengurangi resiko kecelakaan.

Lakukanlah sesuatu dengan mengharapkan keselamatan dalam melaksanakan pekerjaan harus sesuai dengan standar Operasional Prosedur (SOP). Keselamatan dalam menangani bahaya/resiko harus sesuai dengan SOP keselamatan dalam penggunaan peralatan dan melakukan suatu pekerjaan dengan keadaan sehat. Keselamatan kerja dalam bahasa Inggris adalah WORK SAFETY mempunyai fungsi mencegah kecelakaan di tempat tenaga kerja melakukan pekerjaan.

UU tanggal 19 Nopember 1969 pasal 1 ketentuan–ketentuan pokok mengenai tenaga kerja :
Tenaga kerja adalah tiap orang yang mampu melakukan pekerjaan baik didalam maupun diluar hubungan kerja guna menghasilkan jasa atau barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

UU no.1 tanggal 12 januari 1970 pasal 2 tentang keselamatan kerja :
Keselamatan kerja dalam segala tempat kerja baik di darat, di dalam tanah, dipermukaan air, didalam air serta di udara, yang berada dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.

Kesehatan berasal dari kata sehat. Sehat menurut World Health Organization (WHO). Health is state of complete physical, mental and social wellbeing and not merely the absence of disease and infirmity. Sehat menurut Hanlon mencakup keadaan pada diri seseorang secara menyeluruh untuk tetap mempunyai kemampuan melakukan tugas fisiolologis maupun psikologis penuh.

UU no 2 tahun 1960, tentang pokok-pokok kesehatan, pasal 2 menyebutkan bahwa yang dimaksud kesehatan ialah meliputi kesehatan badan, rohaniah (mental) dan sosial. Dan bukan hanya keadaan yang bebas dari penyakit, cacat dan kelemahan–kelemahan lainnya. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa sehat tersebut mencakup :
  • 1. Sehat secara jasmani , dapat dilihat secara physical (penampilan ) yaitu :
    • Dapat melakukan aktifitasnya dengan baik misal makan, minum, berjalan dan bekerja.
    • Penampilan baik misalnya cara berpakaian, berbicara
    • Dapat menggunakan sarana dan prasarana kerja dengan baik sesuai aturan.
  • 2. Sehat secara mental/rohani, dapat dilihat dari bagaimana seseorang yaitu :
    • Menentukan prioritas dengan memilah-milah yan benar dan berguna dalam kehidupan,
    • Menghargai dan memberi hadiah diri sendiri atas tindakan,sikap,dan pikiran yang positif,
    • Menjalankan hidup kerohanian dengan teratur,
    • Mengasihi sesama dengan memberi bantuan dalam bentuk nasehat, moril /materil,
    • Berfikir kedepan dan mengantisipasi bagaimana cara menghadapi kesulitan
    • Berbagi pengalaman dan masalah dengan keluarga, teman
    • Mengembangkan jaringan sosial/kekeluargaan.
  • 3. sehat secara sosial, dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu :
    • Urbanisasi
    • Pengaruh kelas sosial
    • Perbedaab ras
    • Latar belakang etnik
    • Kekuatan politis
    • Ekonomi
Setiap orang dituntut untuk dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan keahlian masing-masing.

Tujuan keselamatan dan kesehatan kerja adalah :

  1. Melindungi para pekerja dari kemungkinan–kemungkinan buruk yang mungkin terjadi akibat kecerobohan pekerja/siswa
  2. Memlihara kesehatan para pekerja/siswa untuk memperoleh hasil pekerjaan yang optimal
  3. Mengurangi angka sakit/angka kematian diantara pekerja.
  4. Mencegah timbulnya penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yang diakibatkan oleh sesama pekerja
  5. Membina dan meningkatkan kesehatan fisik maupun mental
  6. Menjamin keselamatan setiap orang yang berada di tempat kerja
  7. Sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien

Ruang lingkup keselamatan kesehatan kerja pada dasarnya ada 3 aspek Yaitu :

1. Aspek Pekerja /Siswa
Kesehatan para pekerja/siswa di perusahaan/disekolh harus dijaga dengan baik, karena untuk peningkatan kinerja sehingga menjadi tenaga yang produktif dan profesional. Tugas dan tanggung jawab pekerja/siswa adalah :
  • Mempelajari dan melaksanakan aturan dan instruksi keselamatan kerja,
  • Memberikan contoh cara kerja yang aman kepada pekerja baru/siswa yang kurang berpengalaman,
  • Menunjukkan kesiapan dan minat untuk mempelajari dan melatih diri terhadap keselamatan kerja pada setiap tugas pekerjaan
2. Pekerjaan
Pekerjaan dapat diselesaikan bila ada pekerja. Namun para pekerja /siswa tidak banyak berarti apabila pekerjaan yang dilaksanakan tidak diperlakukan sesuai dengan aturan/presedur yang telah ditetapkan. Hal ini dimaksudkan untuk :
  • Mencegah dan menghindarkan terjadinya kecelakaan.
  • Menjaga mutu pekerjaan.
  • Tidak menurunkan produksi
  • Tidak merusak angota badan
  • Mengadakan latihan–latihan terhadap para pekerja /siswa daidalam bidang khusus.
Kecelakaan-kecelakaan itu disebabkan kaarena persoalan teknis dan sebagian besar disebabkan karena kelelahan. Kelelahan dapat menimbulkan efek buruk terhadap jasmani maupun arohani. Efek buruk terhadap jasmani disebut EXHAUSTION, sedangkan efek buruk terhadap rohani disebut NEURASTHENI.

Usaha untuk mencegah /memperkecil kecelakaan dapat dilakukan dengan cara : a). Mengadakan pengaturan tata cara kerja ,antara lain melakukan penjadualan yang baik dan jam kerja rasional serta adanya istirahat berkala diantara jam kerja. b).Menerapkan dan mematuhi peraturan sekolah atau perundangan –undangan lamanya jam kerja. c). Menerapkan rolling kerja

3. Tempat bekerja
Tempat bekerja merupakan bagian yang penting bagi suatu perusahaan/sekolah, secara tidak langsung tempat bekerja akan berpengaruh pada kesenangan, kenyamanan, dan keselamatan dari pda pekerja/siswa. Keadaan atau suasana yang menyenangkan (Comfortable) dan aman (safe) akan menimbulkan gairah produktifitasa kerja.

Usaha-usaha kesehatan yang perlu dilakukan terhadap tempat kerja secara umum adalah menerapkan hygiene dan sanitasi tempat kerja secara khusus antara lain :
  • Penerangan/pencahayaan dalam ruangan kerja /workshop harus disesuaikan /diatur dengan jenis pekerjaan yang dilakukan.
  • Pengontrolan udara dalam ruangan kerja.
  • Suhu ruangan dalam ruangan kerja.
  • Tekanan udara dalam ruangan kerja.
  • Pencahayaan.

2. Hukum Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Ketentuan–ketentuan pokok mengenai tenaga kerja ,diatur dengan Undang-undang tanggal 19 Nopember 1969, dimana tercantum pada pasal 10 : Pemerintah membina perlindungan kerja yang mencakup :
  • a. Norma keselamatan kerja ( UU no 1 tahun 1970)
  • b. Norma kesehatan kerja higiene perusahaan ( PMP no 7 tahun 1964 )
Perusahaan /sekolah kejuruan secara hukum berkewajiban untuk menghilangkan atau mengurangi resiko /kecelakaan kerja sekecil mungkin. Ketika pekerja/sekolah dalam keadaan penuh tekanan, atau bekerja dalam suasana yang sangat sibuk tidaklah mudah untuk menerapkan keamanan kerja. Namun dalam keadaan apapun pekerja /sekolah harus tetap memperhatikan dan menerapkan keselamatan kesehatan kerja sebagai perioritas.

Untuk melaksanakan tujuan tersebut perusahaan /sekolah kejuruan harus menyediakan atau membuat panduan keselamatan kesehatan kerja, dimana tugas pekerja /siswa adalah menggunakan peralatan dan mengaplikasikan dalam kegiatan yang telah ditetapkan oleh pihak perusahaan / sekolah.

Perusahaan /sekolah wajib menyediakan alat-alat pelindungan keselamatan kesehatan kerja seperti : pakaian kerja/jas lab, sandal jepit, sepatu plastik, masker, sarung tangan, kaca mata, kotak P3K dan isinya, alat pemadam kebakaran, tangga, tempat sampah, alat-alat kebersihan dan sebagainya. Semua pekerja siswa wajib mengetahui tempat alat pemadam kebakaran, kotak P3K dan mengetahui cara penggunaannya. Untuk mencegah kecelakaan kerja, semua pekerja /siswa harus mentaaati seluruh peraturan dan tata cara pemakaian alat kerja yang telah ditentukan yang berpedoman pada undang-undang yang berlaku. Perlu diingatkan bahwa akibat yang ditimbulkan dari kelalaian dapat menyebabkan pekerja /siswa diberhentikan dari pekerjaan/sekolah atau diberi peringatan. Oleh karena itu sebaiknya pekerja/siswa selalu berhati-hati dalam setiap mengerjakan tugasnya,dengan mematuhi dan melaksanakan instruksi- instruksi tentang pemakaian alat-alat pelindung keselamatan kesehatan kerja. Tempat kerja dipelihara kebersihan serta kerapihannya untuk menjaga kesehatan bersama.

3. Menerapkan praktik Keselamatan kesehatan kerja

Bagi perusahaan /sekolah maupun pekerja/siswa dimanapun berada didalam lingkungan kegiatan suatu pekerjaan ,hendaklah menerapkan K3 merupakan hal yang sangat penting dengan berpedoman sebagai berikut :
  1. Pengusaha menyediakan alat-alat pelindungan keselamatan kerja sesuai dengan kegitan suatu pekerjaan misalnya pakaian kerja /jas lab, sarung tangan, masker, dan sebagainya
  2. Untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja ,semua pekerja harus mentaati seluruh peraturan dan tata cara pemakaian alat kerja dengan berpedoman pada UU no 1 tahun 1970.
  3. Alat-alat pemadaman kebakaran harus ditempatkan ditempat yang mudah terlihat dan terjangkau, diberi cat berwarna merah.
  4. Semua pekerja/siswa wajib mengetahui tempat alat-alat pemadam kebakaran dan mengetahui cara penggunaannya.
  5. Benda-benda yang mudah terbakar harus diperhatikan keamanannya serta dilakukan tindakan pencegahan terhadap bahaya kebakaran.
  6. Bila terjadi kebakaran, pluit/tanda bahaya atau tanda khusus lainnya harus segera dibunyikan ,dan para pekerja/siswa yang berada ditempat kejadian, harus berusaha memadamkan api.
  7. Mencegah dan mengurangi kecelakaan, dimana setiap pekerja/praktikan diwajibkan memakai alat pengaman sesuai peralatan yang digunakan, dan sebelum menutup ruangan laboratorium/bengkel setiap hari, teknisi dan instruktur diwajibkan untuk memeriksa mesin, kran gas, kompor gas dan peralatan lainnya yang dapat menimbulkan bahaya kebakaran.
  8. Kelengkapan alat P3K harus ditempatkan ditempat yang mudah terjangkau, dan harus tetap diperiksa serta dilengkapai isi kebutuhan sesuai ketentuan P 3 K
  9. Segera memberi pertolongan pertama pada setiap kecelakaan sesuai dengan tata cara yang semestinya dilakukan.
  10. Tempat kerja harus memperoleh penerangan yang cukup,dan sebelum meninggalkan laboratorium /bengkel,periksa dan matikan semua instalasi yang berkaitan dengan mesin kecuali untuk penerangan.

4. Merapihkan area dan tempat kerja

Menjaga/memelihara area dan tempat kerja membutuhkan perhatian dan kewaspadaan yang terus menerus, satu upaya penyelamatan tergantung pada unjuk kerja setiap pekerja/siswa yang bekerja ditempat trersebut.Kecelakaan sangat mudah terjadi, maka dari itu setiap bekerja dan selesai bekerja dimana tempat kerja perlu dirapihkan, seperti uraian tugas berikut :

a. Kesehatan kerja
  1. Tempat kerja pekerja dipelihara kebersihan dan kerapihannya, untuk kesehatan bersama, misalnya dilarang meludah dilantai, dilarang membuang sampah disembarang tempat, membersihkan meja kerja dan peralatan yang dipakai,
  2. Setiap pekerja harus mematuhi dan melaksanakan instruksi-instruksi tentang pemakaian alat-alat pelindung K3 yang disediakan.
  3. Setiap pekerja yang mengetahui pekerja lain menderita penyakit menular seperti lepra, syphilis, kolera, TBC, demam berdarah, muntaber dan sebagainya, harus segera melapor kepada pimpinan untuk segera diambil langkah-langkan pencegahan.

b. Menyelenggarakan penyegaran udara
Agar sirkulasi udara di tempat kerja bersih dan segar dengan baik, maka debu-debu pada mesin dan jendela harus bersih, pintu dan jendela harus dalam keadaan terbuka, di ruang laboratorium dipasang fan agar udara bersih selama ada kegiatan/praktek.

c. Memelihara kebersihan kesehatan dan ketertiban
  1. Bengkel/laboratorium harus tetap dalam keadaan bersih, baik sesudah maupun sebelum digunakan praktek, untuk instruktur perlu mengatur grup piket kebersihan.
  2. Bengkel/laboratorium harus menyiapkan tempat penampungan sementara bahan-bahan sisa praktekum sebelum dibuang ketempat pembuangan
  3. Air buangan /sisa bahan pencuci lainnya harus ditampung pada tempat tertentu yang dibuat untuk itu
  4. Air buangan sisa bahan proses/pencucian yang mengandung zat kimia tidak boleh langsung dibuang kesaluran /sungai tanpa dinetralisir terlebih dahulu
  5. Setiap orang yang berada di bengkel/laboratorium harus mentaati tatatertib yang berlakau dan menggunakan peralatan sesuai prosedur
  6. Zat-zat/bahan yang disiapkan dan setelah digunakan harus dalam keadaan bersih dan tertutup, disimpan dilemari zat/obat yang telah disediakan
  7. Alat-alat dan meja kerja setelah digunakan harus dibersihkan oleh praktikan dan piket .

d. Mengamankan pengangkutan bahan dan peralatan
  1. Pemasukan dan pengeluaran bahan dan peralatan ke dan dari laboratorium/gudang harus mendapat persetujuan kepala laboratorium/instruktur/toolman, yang dilakukan dengan penuh kecermatan dan ketelitian
  2. Untuk kelancaran dan keselamatan bahan dan peralatan yang keluar masuk laboratorium/yang dipakai, maka diwajibkan untuk menyiapkan cara/prosedur peminjaman dan pengembalian yang khusus

e. Pencegahan bahaya aliran listrik
  1. Pemeriksaan dan perawatan sekring, fitting, saklar, sistem pertahanan dan kabel sambung aliran listrik harus dilakukan secara berkala
  2. Jika kabel kelistrikan rusak, maka harus diganti oleh orang yang mempunyai keahlian sejenis agar terhindar dari bahaya
  3. Bila ada mesin yang tidak jalan /trobel segera matikan dan laporkan kepada guru/instruktu/toolman untuk dicek dan selanjutnya diperbaiki
  4. Bila menggunakan peralatan listrik seperti setrika, mixer, dryer, kompor listrik, periksa terlebih dahulu dan jangan sekali-kali memakai alat tersebut jika terdapat kerusakan. Bila alat digunakan jangan sekali-kali meninggalkan tanpa ditunggui ketika sedang dihubungkan dengan listrik. Bila alat sedang digunakan terjadi hubungan pendek segera matikan dan segera cabut kabel saluran listrik dari stop kontak dinding

f. Penataan ruang bengkel.
Penataan ruang bengkel atau tempat kerja disebut juga penataan ruang alat dan persediaan. Dimana ditinjau dari tujuannya yaitu:

a). Berhubungan dengan fasilitas, sbb:
  1. Penyediaan serta pengaturan yang baik dari fasilitas /peerlengkapan perbaikan yang diperlukan untuk proses pengerjaan.
  2. Mengurangi sekecil mungkin waktu menganggur dan waaktu menunggu dalam penggunaan peralatan.
  3. Penghematan pemakaian ruangan /tempat kerja untuk digunakan secara efektif.
  4. Mengurangi sebanyak mungkin kerugian investasi (perencanaan modal) dalam peralatan atau fasilitas lainnya.
  5. Memungkinkan perawatan /pemeliharaan yang baik terhadap semua fasilitas peralatan perbaikan.
  6. Fleksibel terhadap perubahan-perubahan yang diperlukan apabila ada perubahan.
b). Berhubungan dengan tenaga kerja, sbb:
  1. Perencanaan penggunaan tenaga kerja seefisien mungkin.
  2. Mengurangi resiko kecelakaan kerja yang sesuai dengan kemampuannya.
  3. Penempatan tenaga kerja/siswa yang sesuai dengan bidang kemampuannya.
  4. Membuat suasana kerja yang menyenangkan dan harmonis.
  5. Memperhatikan kondisi kesehatan pekerja/siswa saat bekerja.
  6. Memungkinkan penempatan ruang kepala bengkel/instruktur yang tepat
c). Berhubungn dengan bahan, alat dan spare part, sbb :
  1. Pengaturan cara peyimpanan bahan, alat, spare part sebaik mungkin agar pemakaian lantai ruangan sehemat mungkin
  2. Pengaturan tata letak mesin sesuai SPM yang berlaku dan disesuaikan urutan proses/pekerjaan, agar menghemat lantai ruangan dan efektif, efisien waktu
  3. Menghindari hal-hal yang dapat merusak baahan, alat, dan spare part
  4. Menghindari terjadinya kehilangan bahan, alat dan spare part
  5. Menghindari kecelakaan dan gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh bahan
d). Dibuatkan denah ruangan untuk mempermudah akses pengawasan dan pemeliharaan .

Itulah materi lengkap tentang K3LH (Kesselamatan dan Kesehatan Kerja). Untuk materi selanjutnya adalah Dasar Perakitan Komputer.

Mudah-mudah artikel ini bisa memberikan manfaat.
Wassalam...